Oleh: maulana's blog | Oktober 20, 2011

Sejarah Freemasonry Di Indonesia

Jika selama ini kita haya mengenal Washington DC, Paris, London, Vatican City, Giza, Rennes Le Chateau, Rennes Le Bans, Aux En Provence, Marseilles, Edinburgh, Pompeii, dan kota-kota lain di seluruh dunia sebagai kota Masonik, maka ketahuilah kota yang menjabat sebagai Ibu Kota Indonesia ini -Jakarta- juga juga sebuah kota yang dibangun para tukang batu paling legendaries dalam sejarah dunia. Mereka menamakan diri sebagai Freemasonry.”
Di abad petama masehi, Jakarta belum menjadi kota sebesar sekarang. Dia hanya sebuah pelabuhan besar kedua setelah Banten dengan pemukiman warga pribumi yang tidak begitu luas. Pesisir ini masuk dalam wilayah kekuasaan kecil bernama Kerajaan Salakanagara. Kerajaan ini telah berdiri tiga abad lebih awal ketimbang Tarumanegara. Salakanagara bukan Hindu, melaikan penganut agama local yang berpusat pemujaan ibu bumi, Mother Earth. Sekarang sisa ritual kuno itu bisa disaksikan dalam tradisi tradisi tahunan warga asli kranggan, yang hidup di selatan Pondok Gede. Kita sering menyebut agama itu sebagai paganism, pemujaan terhadap dewa-dewi.”
Sebelum Eropa terbuaka matanya mancari dunia baru. Penduduk pribumi pesisir ini hidup dalam damai. Hal ini berubah seratus delapan puluh derajat tatkala tatkala orang-oarang Eropa mulai berdatangan. Mereka berdalih ingin bedagang, namun juga membawa tentara yang siap berperang. Ironisnya, di balik semua ini, tokoh yang menggerakan roda sejarah masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Bapak Suci Gereja. Pertama, Paus Urbanus II. Dia creator perang salib untuk merebut Yerusalem. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.”
Para Conspiratus sudah mengetahui peran Gereja selama dua ribu tahun silam yang sarat dengan darah. Mereka juga telah mangetahui jika perang salib mendekatkan Eropa dengan keudayaan Arab dan Islam. Jauh sebelum Eropa berani melayari samudra, bangsa Arab sudah dikenal sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa menyebrangi samudra luas hingga ke Nusantara. Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu bahan utama dalam ritual pembaselman para Fir’aun Mesir, didatangkan dari dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatra tengah.
Dari perjumpaan peradaban inilah bangsa Eropa mendengar ada satu untaian kepulauan di selatan bola dunia yang maha karya dengan sumber daya alamnya yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Negeri itu penuh dengan karet, lada, rempah-rempah, dan juga emas permata. Tanahnya subur. Lautanya kaya dengan berbagai jenis ikan dan mutiara. Iklimnya sangat bersahabat. Alam sekitarnya sangat indah bagai surga yang dibentangkan Tuhan dimuka bumi. Orang-orang Eropa menyebutnya India timur, walaupun kemudian dikenal sebagai nusantara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: