Oleh: maulana's blog | Oktober 22, 2011

Bentuk-bentuk Hadist

Bentuk-bentuk Hadits
1.Hadist Qouly
Hadis qauly adalah segala bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Saw. Dengankata lain, hadis qauli adalah hadis berupa perkataan Nabi Saw.yang berisi berbagaituntutan dan petunjuk Syara’, peristiwa, dan kisah, baik yang berkaitan dengan aspek akidah, syariat, maupun akhlak
Di antara contoh hadis qauli adalah hadis tentang kecaman Rasul kepada orang-orang yang mencoba memalsukan hadis-hadis yang berasal dari Rasulullah Saw.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارٌ. {رواه مسلم}
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa sengaja berdusta atas diriku, hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat tinggalnya dineraka.” (H.R. Muslim).
و عن أنس رضى الله عنه عن النبىّ صلّى الله عليه و سلم قال : يسّروا ولاتعسّروا, بشّروا و لاتنفروا (متفق عليه)
Dari Anas ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda : Permudahlah dan jangan kamu sekalian mempersulit; genbiralah dan jangan kamu sekalian menakut-nakuti (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Umar bin Khaththab radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata:
قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلَى إِمْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»
Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya, barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia yang ingin dicapainya atau untuk wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
و عن أبى هريرة رضى الله عنه أنّ رسول الله صلّى الله عليه و سلّم قال: ولو يعلمون ما فى العتمة
والصبح لأتوهما ولو حبوا (متفق عليه)
Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Seandainya manusia mengetahui keutamaan sholat isya’ dan shubuh dengan berjamaah niscaya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak”. (Riwayat Bukhori dan Muslim)
2.Hadist Fi’ly
Hadis fi’li adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada Nabi Saw. Dalam hadis tersebut terdapat berita tentang perbuatan Nabi Saw. Yagn menjadi anutan perilaku para sahabat pada saat itu, dan menjadi keharusan bagi semua umat Islam untuk mengikutinya.
Hadis yang termasuk kategori ini di antaranya adalah hadis-ohadisyang di dalamnya terdapat kata-kata kana/yakunu atau ra’aitu/ra’aina. Contohnya hadis berikut ini,
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْسِمُ بَيْنَ نِسَائِهِ فَيَعْدِلُ وَيَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ هَذِهِ قِسْمَتِيْ فِيْمَا
أَمْلِكُ فَلاَ تَلُمْنِيْ فِيْمَا تَمْلِكُ وَلاَ أَمْلِكُ. {رواه أبو داود والترمذي والنسائى وابن ماجه}
Dari ‘Aisyah, Rasul saw, membagi (nafkah dan gilirannya) antar istri-istrinya dengan adil. Beliau bersabda,”Ya Allah! Inilah pembagianku pada apayagn aku miliki. Janganlah engkau mencelaku dalam hal yang tidak aku miliki.” (H.R. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’I, dan Ibn Majah).
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallaahu anhuma, ia berkata: “Dahulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun malam untuk shalat, menggosok giginya dengan siwak.”
و عن ابن عمر رضى الله عنهما قال : كان النبى صلّى الله عليه و سلم و جيوشه إذا علوا الثنايا كبّروا, و إذا هبطوا سبّحوا (رواه البخارى)

Dari Ibnu Umar r.a berkata : “Bila Nabi saw. bersama pasukanya mendaki bukit, mereka membaca takbir; dan bila mereka turun, mereka membaca tasbih”. (Riwayat Abu Daud)
عن عابس بن ربيعة قال : رأيت عمر بن الخطّاب رضى الله عنه يقبل الحجر, يعني االأسود, و يقول : إنّى أعلم أنك حجر ما تنفع و لا تضر, ولو أنّى رأيت رسول الله صلّى الله عليه و سلّم يقبلك ما قبلتك (متفق عليه)
Dari Anas bin Rabi’ah berkata : “Saya melihat Umar bin Khathab ra. mencium hajar aswad seraya berkata : ” Sesungguhnya saya tahu bahwa engkau adalah hanya batu yang tidak dapat mendatngkan keuntungan dan pula tidak dapat mendatangkan kerugian. Seandainya saya tidak melihat Rasulullah saw. mencium engkau niscaya saya tida akan mencium engkau”. (Riwayat Bukhori dan Muslim)
3.Hadits Taqriry
Hadis taqriri adalah hadis berupa ketetapan Nabi Saw, terhadap apa yang dating ataudilakukan oleh para sahabatnya. Nabi Saw, membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabatnya, tanpa memberikan penegasan, apakah beliau membenarkan ataumempermasalahkannya sikap Nabi yang demikian itu dijadikan dasar oleh para sahabat sebagai dalil taqriri, yang dapat dijadikan hujah atau mempunyai kekuatan hukum untuk menetapkan suatu kepastian Syara’.
Diantara contoh hadis taqriri adalah sikaprasul Saw, yang membiarkan para sahabat dalam menafsirkan sabdanya tentang shalat pada suatu peperangan, yaitu.
لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلاَّ فِيْ بَيِيْ قُرَيْضَةَ. {رواه البخاري}
Janganlah seorangpun shalat Ashar, kecuali nanti di Bani Quraidhah. (H.R. Al-Bukhari)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ: أَهْدَتْ أُمُّ حُفَيْدٍ خَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقِطًا وسَمْنًا وَأَضُبًّا فَأَكَلَ مِنَ الأَقِطِ والسَّمْنِ وَتَرَكَ الضَّبَّ تَقَّذُّرًا وَأَكَلَ عَلَى مَائِدَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوْ كَانَ حَرَامًا مَا أُكِلَ عَلَى مَائِدَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata: “Bibiku Ummu Hufaid pernah memberikan hadiah kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berupa mentega, keju dan daging dhabb (sejenis biawak). Beliau makan keju dan menteganya, dan beliau meninggalkan daging biawak karena merasa jijik, kemudian makanan yang dihidangkan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dimakan (oleh para shahabat). Jika (dhabb itu) haram, niscaya kami tidak akan makan hidangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.”
Sumber :
http://almuslimah.wordpress.com/2009/08/28/mukadimah-ilmu-hadits/

Terjemah Riyadlus Shalihin 1, Drs.Muslich Shabir,CV.Toha Putra Semarang 1981


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: